GROWING

Cantiknya Anggrek Bulan Indonesia

Nov 19th, 2015

Jakarta, 1 Oktober 2015Phalaenopsis atau biasa dikenal dengan nama Anggrek Bulan bagaikan hidden treasure yang dimiliki Indonesia. Betapa tidak? Bunga nasional Indonesia ini memiliki puluhan jenis varietas yang masing-masing memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Tak heran apabila Indonesia dikenal dengan the home of orchid megadiversity karena sekitar seperenam jenis anggrek yang tumbuh di dunia dapat ditemui di Indonesia. Keindahan anggrek bulan telah menempati tempat khusus di hati para penggemarnya. Seiring dengan berkembangnya industri tanaman ini, penggunaannya pun semakin meluas.

Perangkai bunga nomor satu Indonesia Andy Djati Utomo kali ini berkolaborasi dengan produsen anggrek bulan terbesar di Indonesia, Eka Karya, mengadakan Orchid Flower Arangement Class bertempat di Galeri Eka Karya Jl. Kemang Raya No.58.

Andy mendemonstrasikan teknik merangkai simetris
Andy mendemonstrasikan teknik merangkai simetris

Uniknya acara ini adalah karena Andy akan berbagi teknik merangkai bunga hidup (live plant) anggrek bulan lengkap dengan akarnya. Berbeda dengan tehnik merangkai bunga potong (cut plant), dalam merangkai bunga hidup diperlukan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni. Tentu saja hasilnya bunga hidup akan dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan bunga potong yang mungkin bisa layu dalam hitungan hari.

Eka Karya telah menggeluti budi daya bunga Phalaenopsis (anggrek bulan), Dendrobium, dan Anthurium sejak tahun 1997. Memliki perkebunan total seluas 20 hektar yang beroperasi di 3 lokasi utama yaitu Cikamplek, Cianjur, dan Sukabumi. Pada tahun 2000 medirikan laboratorium yang pada awalnya bertujuan agar Eka Karya dapat memenuhi kebutuhan bibitnya secara mandiri. Seiring berjalannya waktu, dari laboratorium inilah dihasilkan banyak varietas dengan bentuk dan warna yang kini banyak digemari para pecinta anggrek bulan tanah air.

Antusiasme para peserta langsung praktek
Antusiasme para peserta langsung praktek

Pada 2001 Eka Karya membangun 2 greenhouse di Cikampek yang sampai dengan saat ini masih merupakan greenhouse terbesar di Indonesia dan se-Asia Tenggara. Didukung oleh teknologi terkini, setiap tangkai produk Eka Karya telah melewati proses pengawasan kualitas dengan standar yang tinggi di setiap tahapan pertumbuhan anggrek bulan yang bisa mencapai 18 bulan.

Rangkaian kerja keras tersebut membuahkan hasil sebuah tanaman bunga yang memiliki regrowth capabilities diatas rata-rata. Bunganya akan kembali mekar dan mekar kembali karena ditunjang oleh akar yang sehat memastikan asupan makanan yang lancar pada tanaman. Daun yang lebih tebal memastikan makanan diproses dengan maksimal dan memberi gizi yang dibutuhkan agar bunga dapat tumbuh sebaik-baiknya, sehat, kuat, dan indah.

Andy dan Yuni berdialog dengan peserta
Andy dan Yuni berdialog dengan peserta

Hasil yang prima membawa Eka Karya ke ajang bergengsi kompetisi nasional dan internasional. Beberapa gelar berhasil diraih seperti juara anggrek dendrobium dan phalaenopsis (2003), juara hibrida dendrobium dan phalaenopsis terbaik (2004) di tingkat nasional, dan juga turut berpartisipasi pada Hortifair Amsterdam (2005), Flora Carapruek Thailand (2007), dan Gardex Jepang (2009).

Eka Karya secara terus menerus melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan bunga dengan jumlah stem yang lebih banyak, lebih tahan hama, memiliki warna yang lebih baik, dan akar yang lebih sehat. Tak heran bila saat ini Eka Karya menjadi pemimpin pasar yang disegani. Produknya dipasarkan secara retail dan dapat dijumpai di seluruh outlet Sogo Foodhall, Ranch Market, dan Kem Chicks. Untuk ekspor, Eka Karya berhasil menembus negara-negara yang terkenal memiliki standar kualitas yang tinggi dan memiliki regulasi yang ketat berkaitan dengan tanaman hidup seperti Eropa, Amerika, Jepang, Australia, Asia, dan Timur Tengah.

Hasil rangkaian menggunakan teknik framing
Hasil rangkaian menggunakan teknik framing

Selesai merangkai bunga dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama Marcella Yuni selaku Wakil Direktur dari PT. Eka Karya Graha Flora di restoran Mamma Rosy yang terletak bersebelahan dengan lokasi acara. “Phalaenopsis adalah jenis bunga anggrek yang memiliki banyak kegunaan dikarenakan jumlah bunganya yang banyak dan besar. Sangat cocok sebagai pemberian, memiliki fungsi dekorasi, dan tentunya merupakan hobi yang menyenangkan” jelas Yuni. “Secara teknis agrikultur, phalaenopsis mempunyai nilai komersil yang tinggi karena dengan sistim penanaman yang kami jalankan, phalaenopsis dapat berbunga sepanjang tahun tanpa tergantung musim”. Yuni pun menambahkan “Terakhir yang tak kalah pentingnya, phalaenopsis adalah jenis bunga anggrek yang (nenek moyangnya) berasal dari Indonesia. Dan kami bangga menjadi bagian dari pelestarian anggrek bulan Indonesia”.

Sebagian peserta dengan Andy dan Sales Manager Eka Karya, Howerd
Sebagian peserta dengan Andy dan Sales Manager Eka Karya, Howerd

Tanggapan positif juga datang dari Managing Director Mint Leaf Indonesia, Duenno Ludissa, selaku strategic marketing communication consultant dari Eka Karya. Dia menjelaskan “Adalah 3 bunga yang dianggap dapat mewakili karakteristik bangsa dan negara Indonesia yakni melati putih, padma raksasa, dan anggrek bulan”. Baginya mengingat kondisi bangsa dalam keadaan seperti saat ini, ada baiknya kita bangkitkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, dan meneruskannya ke generasi yang akan datang. “Acara kecil nan sederhana seakan mengingatkan kembali kepada kita akan betapa banyaknya kekayaan alam bangsa ini”, dia mengingatkan. Dan apabila benar adanya bahwa karakteristik bangsa kita dapat dirangkai secantik ini, maka keberadaan anggrek bulan wajib kita lestarikan dan banggakan ke seantero dunia.

×